![]() |
| Pelaksanaan dialog kinerja Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama pegawai BKPSDM |
GORONTALO AMANAH INDONESIA – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menghadapi efisiensi anggaran tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di Gorontalo, Senin, sebagai respons terhadap kondisi keterbatasan anggaran yang turut dirasakan sejumlah instansi daerah, termasuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Anggaran BKPSDM Menyusut
BKPSDM menjadi salah satu perangkat daerah yang terdampak efisiensi. Setelah penggabungan antara BPSDM dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada awal 2026, anggaran instansi tersebut turun dari sekitar Rp22,9 miliar menjadi Rp17,9 miliar.
Menyikapi kondisi tersebut, Gusnar meminta agar BKPSDM tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran internal, melainkan aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi lain.
“Harus berkolaborasi. Ini juga gampang-gampang susah, harus ada yang memulai. Jangan sampai lupa dengan ini,” kata Gusnar.
Dorong Pemanfaatan Pelatihan Gratis
Menurutnya, banyak kementerian dan lembaga yang menyediakan program pendidikan dan pelatihan gratis sesuai dengan bidang tugas aparatur. Peluang ini dinilai harus dimanfaatkan secara optimal oleh ASN.
Ia juga mengingatkan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada penurunan kapasitas maupun kinerja aparatur.
"Kalau kita terkena efisiensi lalu kita patah semangat, pengetahuan maupun kinerja menurun, maka kita selesai. Kita tidak memiliki anggaran, perlengkapan cukup, tapi kita memiliki kapasitas SDM yang bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Fokus pada Program Prioritas
Selain kolaborasi, Gusnar menekankan pentingnya penentuan prioritas kerja. Ia meminta pejabat administrator mampu memilah program yang benar-benar strategis dan relevan.
Beberapa bidang seperti sertifikasi, kelembagaan, serta pengembangan kompetensi manajerial dan fungsional diharapkan dapat disederhanakan melalui fokus kerja tahunan.
“Analisis yang betul adalah angkat sebuah fokus, kemudian itu yang dilakukan. Artinya jangan terpaku dengan struktur itu,” tegasnya.
Kolaborasi Digital dan Program Nasional
BKPSDM sendiri telah mulai mengoptimalkan berbagai strategi untuk tetap efektif di tengah keterbatasan anggaran. Salah satunya dengan memanfaatkan platform digital serta memperluas kerja sama dengan instansi vertikal.
Salah satu program yang dimanfaatkan adalah pelatihan dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui program Digital Talent.
Program ini membuka akses pelatihan daring bagi seluruh ASN di Indonesia, sehingga pengembangan kompetensi tetap berjalan meski anggaran terbatas.
Langkah kolaboratif dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci agar kualitas sumber daya manusia aparatur tetap terjaga di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

